Kamis, 11 Februari 2016

Hadiah Istimewa

“Terkadang kira menganggap hidup orang lain lebih enak, padahal mungkin saja dia lebih sulit, hanya saja dia tidak mengeluh.”
Cinderella.
Setiap bangun di pagi hari, aku berharap aku menjadi Cinderella. Tapi hal itu tak pernah terjadi. Kukucek mataku dan kutatap cermin meja rias.
Aku adalah aku.
Tidak ada yang berubah.
Aku berjalan seperti biasa melewati tanah lapang yang nenperlihatkan segarnya rumput-rumput hijau. Kakiku akhirnya menapak di sebuah halte bus. Dengan peluh yang bercucuran, aku berdiri di pinggir halte menunggu bus yang akan mengantarku menuju kampus. Semoga hari ini tidak terlambat lagi.
Kudekap erat sebuah bungkusan berpita ungu yang sudah sangat rapi di dalam tanganku. Hari ini, aku akan mengunjungi Terre. Seulas senyum berkembang di bibirku. Aku bahkan tidak peduli juka harus terlambat datang ke kampus. Mau bagaimana lagi? Jam besuk untuk Terre hanya saat-saat ini.
Tiba-tiba…..
“Duk!!!”
“Aduh….” Seorang anak berusia 10 tahunan menabrakku dan menyambar bungkusan yang kubawa.
Sepersekian detik kemudian barulah aku menyadari, bungkusan yang telah kugenggam hilang, Aku menjerit sekeras mungkin, “Copeeeeeeeet!!!”.
Untungnya, beberapa orang sudah lebih dulu mengejar anak itu. Pikirku, dia adalah seorang anak jalanan dan pengamen. Dia membawa gitar kecil di dalam tasnya yang lusuh. Nasibnya kurang beruntung. Kenapa dia nekat mencuri di tempat seramai ini?
Aku berlari tergopoh-gopoh saat anak itu sudah dikepung oleh warga. Mereka mengembalikan bingkisan milikki. Sudah terkoyak. Sesaat itu juga aku merasa hatiku untuk Terre ikut terkoyak. Anak itu meringkuk ketakutan di tengah kerumunan massa. Ia sempat mengangkat wajahnya. Mata kami saling bersitatap.
Aku tidak punya kata lagi. Anak itu pun hanya diperingatkan oleh warga. Setelah mereka tahu yang dicuri bukanlah barang berharga, warga bubar dengan cepat. Sempat pula ada yang hampir memukuli anak itu, tapi akhirnya suasana cukup terkendali. Barangku kembali saja aku sudah senang. Aku mengucapkan terima kasih pada warga. Seorang bapak mengusir pengamen cilik itu supaya pergi jauh-jauh.
Tak ingin kupikirkan lagi tentang anak itu.
Terre itu sahabatku. Sudah lama ia divonis sakit leukimia, dan belakangan ini kondisinya semakin tidak baik. Aku hanya bisa melihatnya berbaring lemah di ranjang. hari ini bukan ulang tahun Terre, tapi aku ingin memberinya hadiah. “Des….” Terre memanggil namaku.
“Aku mengucap syukur atas hidupku… Mungkin tidak lama dan… apa yang kamu beri ini… aku ingin kamu bagikan pada orang lain…” Terre memegang tanganku dengan tangannya yang ringkih. Air mataku tidak bisa berhenti mengalir.
Tuhan masih sama. Itu yang sering diucapkan Terre pada semua orang. Tubuhnya mungkin kini sudah rapuh, tetapi jiwanya tidak.
Aku menunggu di halte bus dengan isi bungkusan yang sama. Hanya saja aku mengganti bungkusnya dengan yang baru.
Aku menunggu dan menunggu. Berbagai macam bus sudah lewat tapi tidak satupun yang kunaiki. Aku sedang menunggu anak pengamen yang menjambretku tempo hari. Mungkin dia sudah tidak berani lagi kemari.
Tak kusangka… Ternyata aku masih bisa bertemu dengan anak itu. Ia sedang mengantongi beberapa koin kedalam saku celananya. Kembali kami bersitatap.
“Hei!…” panggilku pada anak itu.
“Ada apa mbak?” tanya anak itu tanpa rasa takut.
“Ini” aku menyodorkan bungkusan yang seharusnya menjadi milik Terre. Air mataku hampir tumpah tapi aku berhasil menahannya sekuat hati.
“Sahabatku ingin kamu memilikinya…”
Anak jalanan itu menerima bungkusan yang kuberikan. Dibukanya di tempat itu juga. Akupun dapat melihat di depan mataku. Anak itu sangat senang menerima topi yang kuberikan.
Ya, topi. Pemberian sederhana yang berarti besar. Rambut Terre mulai rontok. Tapi aku ingin dia tetap gembira dan bergaya dengan topi. Nyatanya bermaksud menolak tapi Terre merasa tidak membutuhkan topi. Akupun tidak merasa tersinggung. Dia tidak ingin pakai topi,tidak ingin pakai wig. Dia tidak malu jika orang melihat rambutnya yang gundul dan Terre tidak marah pada Tuhan.
Kini topi itu diberikan Terre untuk orang yang tepat. Jadi sianak jalanan itu tidak akan teralu kepanasan di jalan. Terre mengajarku arti pmberian yang sebenarnya.
Aku adalah aku.
Dan aku bukan Cinderella.
Aku bersyukur untuk itu.

Jumat, 07 Februari 2014

manusia manusia andini yang KEPO

ampundah, nih tempat kenapa isinya beginian semua dah. seneng banget ngurusin hidup orang, padahal hidupnya sendiri gak keurus. kalo lu ga tau ga usah so tau bisa kelesss. makin lama makin ga betah gua disini. kalo bukan karna puji gua udah keluar dari sini. cius dah

Doble Job


Sabtu, 25 Mei 2013

FOURGIFT ONE LULUS 100%

alhamdulillah Ya Allah, kemarin saya dan teman temaan perjuangan ku LULUS tanpa ada satupu yang tertinggal. tapi kalo ga ada adegan corat coret baju rasanya gimana gitu, padahal udah bawa rok biru sama baju batik buat dicoret coret. spidol joga udah, namun apadaya kalo ga ada. yasudahlah.

Sabtu, 18 Mei 2013

Bad mood diawal UAS


 
Senin ini hari pertama UAS. Gua duduk didepan, pojok sebelah kanan. Gua dateng kesekolah kaya biasa jam 6.30 an gua udah sampe disekolahan.
Jam 7.30 bell masuk. Pertanda UAS akan segera dimulai, tapi justru pengawas ruangan gua yang beloman deteng. Jam 7.45 pengawas ruangan gua dateng, yang jadi pengawasnya yaitu : Bu. Fatimah dan Ka Sri. Okelah kita maklumin mereka dateng telat mungkin abis sarapan gado-gado dan ngantrinya lama. Kurang lebih di jam 8.00 kita beru dibagiin soal ulangan.
Pukul 8.45. Kelas yang hening tiba-tiba terpecah saat Bu. Fatimah bilang “15 menit lagi harus udah selesai, jangan ada yang nyontek!”. Tapi kita komplain ke Bu. Fatimah, “Bu tapi kitakan masuknya bukan jan 7.30 pas bu”. Dijawab sama Bu. Fatimah “udah jangan protes, ikutin jadwalnya aja!”
Seketika kelas yang tadinya tenang berubah menjadi gaduh campur ketegangan yang semakin menjadi jadi (tapi kok  gua biasa aja ya?).
Bell pertama, tepat dijam 9.00. kita diusir secara paksa dari dalam kelas oleh Bu. Imah. Selapas keluar dari dalam kelas lita ngoceh ngoceh “apa-apaan sih tuh guru udah datengnya telat bukan nyangasih dispensasi waktu juga, malah begitu”, ada juga yang bilang “mana gua belom keisi semuanya lagi -_-”, ada juga yang ampe bersumpah serapah.
Jam 9.10 bell kedua, ternyata bell kedualah yang seharusnya menjadi batas akhir untuk waktu UAS bukan bell pertama. Kegaduhan dikoridor kelas pun semakin menjadi jadi, ada yang teriak teriak, ada yang mau nangis ampe ada yang mau bunuh diri (yang terakhir itu bohong. Jangan ditiru!)
Pak. Hanudin lewat dan dia KEPO! Yaudah kita ceritain semuanya ke Pak. Hanudin, intinya kita minta buat pengawas kedaa itu bukan si Bi. Imah lagi. Yap kita ditinggal pergi dan kita digantungin disitu.

   JEDA ISTIRAHAT…

Terjadi kerusuhan lagi !
Ruangan gua itu emang deket, deket banget malah sama kantor guru.
Dan gua tau anak laki dikelasan gua itu pada gradakan kalo udah pada ngumpul.
Keluarlah Pak. Musrin dari kantor, dia ngeliat kelakuan bocah-bocah yang nyoretin foto peserta ujian pake pensil, PAKE PENSIL ! Dia ngoceh-ngoceh. Dani dan Fafa yang penasaran keluar dari dalam kelas, dan itu berbarengan dengan mendekatnya Pak. Musrin. Pak. Musrin yang udah ngambil ancang-ancang buat nobok orang ngomong begini ke Fafa, “kamu lagi kamu lagi”. Dani yang ngeliat temannya akan teraniaya reflek bilang “apaan Pak, orang dari tadi kita maen game sih di kelas”. Pak. Misrin udah gengsi tuh buat nirunin tangannya, diapun agak berputar 1800 dari hadapan Fafa, dan rupanya ada Jambi disitu. Langsung tanpa ancang-ancang ditaboklah siJambi (jadi kasian gua hehehe). Dan  rupanya Pak. Hanudin ngabulin permintaan kita. Bigantilah pengawas jam kedua menjadi Pak. Fadil dan Bu. Wiji. Dan ujian pun berjalan lancar hingga akhir waktu~

Selasa, 26 Februari 2013

cerita hari ini :D

     Hari ini Ujian Praktek Kejuruan udah selesai tiggal nunggu UAS sama UN nih.Semoga nilainya  bagus bagus. Aminnn
          Tadi guakan abis UPK simplisia dan alkesya, nah abis gua keluar dari ruangan ketemulah gua sama siInsaffina Galih Pratiwi. Anjrit puas banget gua ngetawain makhluk satu ini, mana mangapnya lebar banget lagi yang gua takutin waktu dia mangap entar malah ada laler se-erte lagi yang masuk kemulutnya kan kasian tuh laler.
          Walaupun UPK udah selesai tapi tugas masih bererot nih kaya kereta api. Mana belom ada yang gua kerjain lagi, mana rata rata semuanya pada ada PR lagi, mana dikumpulinnya rata rata pada pertengahan bulan maret lagi, kan syyyyiiiikkkkhhhheeeeee bbbbbeeeeeennnnneeeeerrrrrrr. 

Udahan ahh bayyy hehe..........

Senin, 18 Februari 2013

-

          Welcome di postingan ketiga gua, besok kelas tiga udah mau TPP nihhh. SEMANGAT qaqa :)
Buat ADITA yang lagi sakit GWS yaa sayangggg . . .
Bingung mau ngeposting apaan nih gua. Mana otak gua pake acara ketinggalan lagi. Yasudahlah.
          Gua lagi mgepostin di lab.Komp nich haha, bareng adhi christy atika siska sama ribhi  kawat.
Padahal lagi ada PM B.Indonesia tapi karna gua telet masuk kelas jadi kita masuk keperpus dan gua berencana buat bikin postingan ini. udah deh sekian sampai disini aja. :)